• Kepala Sekolah
    Melayani Dengan Sepenuh Hati

Gandeng Jepang untuk Tampung Lulusan Keperawatan

  • Oleh: adminmutu
  • 16 April 2017
  • 0 Komentar, Dilihat 530 Kali.

GONDANGLEGI - SMK Muhammadiyah 7 (SMK Mutu) Gondanglegi terus membina hubungan baik dengan berbagai lembaga ataupun instansi di luar negeri. Kemarin SMK Mutu melakukan penandatanganan MoU dengan Yayasan NPO Symphony, Kanagawa, Jepang. Sebuah yayasan yang akan menampung para alumni jurusan keperawatan. Penandatanganan surat perjanjian kerja sama ini merupakan lanjutan dari komitmen tiga tahun lalu saat SMK Mutu pertama kalinya membuka jurusan keperawatan.

Dengan adanya perjanjian kerja sama ini, para siswa jurusan keperawatan akan mengikuti serangkaian tes untuk bisa diterima di Yayasan NPO Symphony, Kanagawa, Jepang. Hadir dalam penandatanganan MoU Kepala SMK Mutu Gondanglegi H Pahri SAg MM, Prof Dr Bambang Rudyanto sebagai perwakilan dari Wakoo University of Japan dan Ms Sanae sebagai pembina Yayasan NPO Symphony.

Dalam sambutannya dengan bahasa Jepang yang langsung ditranslate oleh Prof Dr Bambang Rudyanto Ms Sanae menjelaskan jika kesempatan berkarir di negaranya masih sangat terbuka lebar. Apalagi jurusan keperawatan yang notabenenya sangat dibutuhkan di Jepang. Di tempatnya untuk saat ini paling sedikit membutuhkan 5 orang perawat. ”Dan paling banyak tentunya tidak terbatas. Kami sangat terbuka untuk merekrut dari Indonesia,” kata Ms Sanaee.

Menurut Ms Sanae, jauh-jauh dia dari Jepang untuk merekrut tenaga keperawatan dari SMK Mutu tentunya menginginkan SDM yang andal dan kreatif. Selain itu juga dituntut untuk memiliki keuletan dalam merawat orang tua.Karena Yayasan NPO Symphony sendiri merupakan yayasan yang merawat orang usia lanjut. Di Indonesia biasa disebut panti jompo. ”Saya berkeyakinan, SDM dari sekolah ini akan memenuhi standar yang kami tentukan,” terangnya.

Sementara itu Prof Dr Bambang Rudyanto menambahkan, dalam kesempatan kali ini dia cukup apresiasi terhadap langkah yang ditempuh SMK Mutu Gondanglegi. Ini karena sekolah yang memiliki siswa terbanyak di Kabupaten Malang ini menghadirkan orang tua siswa sebagai calon perawat di NPO Symphony. ”Karena dari Indonesia ke Jepang bukan jarak yang pendek. Orang tua harus ikut berperan,” jelas dia.

Selama ini, yang terjadi banyak sebagian orang tua yang enggan melepas anaknya untuk berkarir di luar negeri. Dengan alasan yang beragam.Ada yang tidak tega, ada juga yang takut jauh dengan anaknya. Dan beragam alasan lainnya yang membatasi anaknya untuk berkarir. ”Jadi kami mohon para bapak ibu agar mendorong anaknya berkarir,” tegas dia.

Kepala SMK Mutu Gondanglegi H Pahri SAg MM menuturkan, untuk memenuhi standar Jepang pihaknya tampak tidak kesulitan. Itu karena beberapa kesempatan baik siswa maupun guru SMK Mutu sudah banyak yang pergi ke negeri sakura ini. ”Untuk standar kompetensi kami yakin dengan belajar selama tiga tahun jurusan keperawatan bisa masuk di Jepang,” ungkap Pahri.

Menurut dia yang sangat menantang bagi sekolahnya adalah bagaimana membuat para lulusan memiliki mental petarung dan berani jauh dari orang tua untuk berkarir. Selain itu, membuat siswa memiliki kepribadian yang hadnal, jujur, tertib dan memiliki etos kerja tinggi juga menjadi tantangan tersendiri. ”Kalau skill saya sangat yakin bisa kita kejar. Tapi etos kerja dan mental ini yang harus terus dipacu,” tutup bapak tiga anak ini. (Sahrul Hidayah)

Komentar
Silahkan Tinggalkan Komentar

Email Anda Tidak Akan Dipublikasikan.