• Kepala Sekolah
    Tiada Hari Tanpa Amal Shaleh

Begini Cara SMK Ini Lakukan Perubahan hingga Jadi Sekolah Unggulan

  • Oleh: adminmutu
  • 30 April 2019
  • 0 Komentar, Dilihat 90 Kali.

SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi - SMA Muhammadiyah 3 (SMAM 3) Surabaya melakukan studi banding ke SMK Muhammadiyah 7 (SMK Mutu) Gondanglegi, Kabupaten Malang, yang diselenggerakan pada hari sabtu (13/4/19).

Dalam paparannya, Kepala SMK Mutu H Pahri, S.Ag, MM menyampaikan, ini logika dari sejarah kebudayaan islam yang diadobsi ke  zaman modern sekarang ini, dahulu kualitas seseorang dilihat dari hafalannya di suatu perkumpulan dan kini di satukan dalam wadah yaitu Instansi berupa sekolahan, dan sekolahan maju atau tidaknya bukan karena dari lokasi. Dimana semoboyan yang mengakar di masyarakat ialah “Sekolah di kota didukung oleh banyak potensi. Ekonomi menengah keatas, sarana prasarana, transportasi, insfrastrutur yang memadai dan sebagainya, semua ada di kota,” ujarnya. 

Tapi menurut saya, persoalannya bukan di desa atau kota. Melainkan “Apakah instansi itu memiliki visi, mindset, inovasi, kreativitas, yang intinya impian dari suatu instansinya yang digunakan untuk mendorong kemajuan sekolahnya.

Kepala sekolah SMK Mutu, menceritakan sekilas bagaimana dia memimpin sekolahan ini hingga menjadi Sekolah Unggulan Nasional. “Semakin banyak keluhan maka tidak akan mengalami pencerahan. Karena itu kami keluarga Muhammadiyah bertekad mekakukan terobosan,” ungkapnya.

Dia bercerita, pada tahun 1994-2009 SMK Mutu Gondanglegi baru memiliki 500-an siswa, dengan dua jurusan. Saat itu, kata dia, minus prestasi dan disiplin rendah. “Dengan lahan seluas 6.800 m2, maka harus ada keberanian untuk menanam investasi demi prestasi ke depan,” jelasnya.

Alhamdulillah, sambungnya, berkat kerja keras, disiplin, dan kekompakan SDM (sumber daya manusia) kami menatap masa depan dengan optimis. “SMK Mutu akhirnya dapat mewujudkan mimpi dan cita-cita menjadi sekolah unggulan dan teladan,” ujarnya.

Buah kerja keras itu, saat ini Alhamdulillah bias dipetik dan dirasakan masyarakat. “Sekarang sekolah ini memiliki lahan lebih dari tiga hektar dan mampu menampung sekitar 3.000-an siswa yang terbagi dalam 98 rombel (rombongan belajar),”.

Pahri menekankan, kalau ingin maju, sekolah Muhammadiyah harus memiliki blueprint atau cetak biru, berupa proyek atau program penataan dan pengembangan sekolah ke depan meliputi manajemen PTK, kurikulum, kesiswaan, sarana prasarana, dan anggaran. Dan juga sebuah relasi berupa “Sekolah harus memiliki peta kebutuhan untuk membangun kerja sama dengan pelanggan atau masyarakat yang akan menjadi sasaran dan pengguna pendidikan kita,” ulas Ketua Umum Pimpinan Pusat Forum Guru Muhammadiyah (FGM) ini. 

Alumni bertaraf internasional
Dia menyampaikan, sekolah harus berani menyiapkan calon custumer yang mendambakan target keunggulan sebagai tujuan pendidikan. “Kita memang berusaha agar sekolah ini mampu melahirkan produk SDM yang tidak hanya unggul secara lokal, tetapi keunggulan nasional dan internasional dengan membawa bendera islam kemanapun ia menyebar,” ujarnya.

Menurut Pahri, hal itu terbukti dengan kemampuan sekolahnya mengantarkan alumni untuk bisa bersaing dan diserap oleh dunia internasional. “Sudah banyak alumni SMK Mutu ini yang melanjutkan pendidikan ke berbagai perguruan tinggi maupun di luar negeri dengan prestasi membanggakan,” ungkap dia.

Pahri menuturkan, sejak tahun 2010-an SMK Mutu menetapkan 10 komitmen untuk pimpinan, guru, dan karyawan yang harus dilaksanakan dengan penuh dedikasi, disiplin, ikhlas, cerdas, dan siap kerja keras. “Harus ada rekayasa kurikulum yang bisa jadi pedoman standar untuk meraih prestasi. Sebagai contoh tidak mungkin siswa menguasai bahasa Inggris jika jam belajar untuk mata pelajaran ini hanya dua jam,” urainya.

Di SMK Mutu ini, sambung dia, pelajaran bahasa Inggris disediakan 14 jam. Demikian pula jam pelajaran inti lain harus ditambah untuk memberikan keleluasaan siswa meraih kompetensi dan prestasi. “Misalnya pelajaran matematika harus diberikan setiap hari,” ucapnya. 

Program unggulan lainnya berupa pelajaran Ismuba (Al Islam, Kemuhammadiyahan, dan Bahasa Arab) sebagai karakter khusus sekolah Muhammadiyah, menurutnya, selain disajikan lewat teori, harus pula dipraktikkan dalam pembiasaan sehingga membentuk karakter sesuai syariat.

“Sekolah harus berani melakukan terobosan terbaik untuk menaikkan pamor prestasi skala nasional maupun internasional di berbagai bidang,” pesannya. 

Tentu saja, jelas dia, tidak menutup kemungkinan adanya reaksi negatif dari sebagian masyarakat ketika kita melakukan terobosan yang tidak normal. “Tetapi kita tetap harus konsisten dan yakin bahwa apa yang sedang kita rintis bukan pesan kosong. Karena itu kita harus menjawabnya dengan kerja ikhlas, kerja cerdas, dan kerja keras,” kata dia.

Pahri mengajak agar sekolah-sekolah Islam, khususnya sekolah Muhammadiyah, berpacu mengejar prestasi mewujudkan idealisme menjadi sekolah teladan dan unggulan. “Selain siswa, guru dan karyawan harus berpacu meraih prestasi bersama. Kita tengah menghadapi kompetitor yang semakin keras persaingan untuk merebut prestasi. Maka, sekolah harus pula membuat standar penilaian kinerja PTK dengan penghargaan dan sanksi sebagai konsekuensi logis dari sikap profesionalnya,” papar dia.

Untuk mewujudkan kompetensi dan prestasi, jalas dia, manajemen harus menanamkan disiplin, kerjasama, kebanggaan melalui pembiasaan. “Berkat kerja sama dan kerja keras semua SDM yang ada, SMK Mutu kini menjadi sekolah kejuruan dengan 13 jurusan unggulan meliputi:

  1. Teknik Kendaraan Ringan
  2. Teknik Sepeda Motor
  3. Teknik Alat Berat
  4. Teknik Ototronik
  5. Teknik  Instalasi Listrik
  6. Teknik Komputer Jaringan
  7. Multimedia
  8. Perhotelan
  9. Jasa Boga
  10. Perbankan
  11. Admin Perkantoran
  12. Farmasi
  13. Keperawatan.

Kini Pahri mengaku bangga, berbagai lembaga pendidikan dan profesi dalam dan luar negeri berkunjung ke SMK Mutu untuk melakukan studi banding dan kerjasama ke sekolah yang telah menorehkan prestasi nasional dan internasional ini.

“Kami terus melakukan terobosan agar lebih banyak lagi masyarakat yang akan menjadikan putra-putrinya menjadi contoh disekolah ini,” ujarnya. 

Salah satu terobosan yang kami lakukan, ulasnya, adalah jemput bola dengan cara silaturahim ke sekolah-sekolah menengah dan masyarakat agar mereka memprioritaskan sekolah ini sebagai tempat pengembangan pendidikan putra-putri mereka. “Alhamdulillah cara ini sangat efektif sebagai strategi,” ucap Pahri, tuk menghimpun siswa baru,”tambahnya.

Yang tak kalah menarik, SMK Mutu juga membebaskan siswa yatim dari biaya pendidikan dan biaya hidup melalui kerjasama dengan Lazismu Malang. “Di sekolah ini sejak tahun lalu kami mendirikan Kantor Layanan Lazismu. Dana yang terkumpul dari guru, karyawan, dan siswa digunakan untuk memenuhi kebutuhan yatim dan siswa tidak mampu itu,” kata dia. (Abdul HakimHabibie)

Ini informasi yang didapat dari hasil adobsi informasi darihttps://izzinahda.wordpress.com/2019/04/30/begini-cara-smk-ini-lakukan-perubahan-hingga-jadi-sekolah-unggulan/ 

Komentar
Silahkan Tinggalkan Komentar

Email Anda Tidak Akan Dipublikasikan.